Pada 18 Desember 2025, Asosiasi Industri Keamanan dan Perlindungan Tiongkok (CSPIA) berhasil meluncurkan tahap pertama yang sangat dinantikan dari rangkaian tur nasionalnya bertajuk 'AI+' Keamanan di Beijing. Berpusat pada tema visioner 'Memberdayakan dengan Kecerdasan Digital, Membangun Ekosistem Secara Kolaboratif—Mengeksplorasi Masa Depan Baru Keamanan "AI+"', acara bersejarah ini menghadirkan lebih dari 50 eksekutif senior industri keamanan, direktur teknis, serta para pakar kecerdasan buatan (AI). Melalui pidato utama tingkat tinggi, diskusi teknis interaktif, dan kunjungan langsung yang mendalam, CSPIA membentuk platform berputar tertutup yang sangat efisien guna menghubungkan pemerintah, industri, akademisi, peneliti, dan penerapan di dunia nyata secara mulus.
Sebagai inisiatif strategis utama yang secara langsung menanggapi rencana aksi nasional "AI+", seminar ini bertujuan untuk mengatasi hambatan industri yang mendesak dan selama ini menghambat pertumbuhan, antara lain integrasi teknologi yang belum memadai, skenario penerapan yang terbatas, serta kolaborasi ekosistem yang kurang memadai. Dengan menjembatani kesenjangan tersebut, CSPIA secara aktif mempercepat transformasi digital industri keamanan, sehingga infrastruktur keamanan tradisional dapat beralih secara mulus ke era kecerdasan prediktif berbasis data. Integrasi keamanan berbasis kecerdasan digital bukan sekadar peningkatan bertahap, melainkan pergeseran paradigma mendasar dalam cara perusahaan global mendekati mitigasi risiko dan kesadaran situasional.
Dalam sambutan pembukanya, Sekretaris Jenderal CSPIA Wang Nan menekankan bahwa sektor keamanan kini bukan lagi sekadar industri pemantauan pasif. Sebaliknya, sektor ini telah menjadi skenario inti untuk penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara inovatif serta kekuatan penting dalam menjaga keamanan sosial sekaligus mendukung tata kelola kota cerdas. Ia secara terbuka mencatat bahwa tantangan yang dihadapi dalam peningkatan kecerdasan sektor ini—seperti kesenjangan data (data silos), biaya penerapan yang tinggi, dan algoritma yang terfragmentasi—memerlukan eksplorasi bersama serta standar industri yang terpadu.
Menyoroti misi inti CSPIA untuk "melayani anggota, memimpin industri, dan memberdayakan pengembangan," Wang Nan menjelaskan bahwa rangkaian tur ini dirancang secara khusus dengan pendekatan yang sangat pragmatis—"mengunjungi perusahaan-perusahaan unggulan." Metodologi ini memungkinkan keterlibatan langsung dan intensif dengan teknologi mutakhir serta pencapaian operasional praktis. Dengan demikian, CSPIA membantu perusahaan teknologi memahami secara akurat kebutuhan keamanan nyata dari pengguna akhir, mendorong integrasi mendalam antara inovasi ilmiah dan peningkatan industri, serta pada akhirnya membangun ekosistem keamanan berbasis AI+ yang terbuka, kolaboratif, dan saling menguntungkan. Melalui pendekatan langsung ini, CSPIA menjembatani kesenjangan antara kemampuan teknologi murni dan penerapan lapangan yang dapat ditindaklanjuti.
Selama sesi pertukaran teknis, para pakar industri terkemuka yang diundang oleh CSPIA berbagi wawasan mendalam mengenai jalur penerapan praktis keamanan digital cerdas. Diskusi tersebut jauh melampaui konsep teoretis, menawarkan cetak biru yang dapat direplikasi dan kerangka kerja konkret bagi perusahaan yang sedang menjalani transformasi digital di industri keamanan mereka sendiri. Tiga pilar teknologi utama mendominasi analisis teknis:
Model Besar Vertikal untuk Keamanan: Para pakar menunjukkan bagaimana model AI khusus domain dapat memproses secara bersamaan aliran data multimodal dalam skala besar (video, audio, dan log sensor). Berbeda dengan LLM umum, model keamanan khusus ini memahami konteks industri spesifik, sehingga mengurangi tingkat alarm palsu lebih dari 40% serta memungkinkan pelaporan insiden otomatis secara waktu nyata.
Analisis Spasial Lanjutan: Dengan mengintegrasikan SIG (Sistem Informasi Geografis) ke dalam analitik video, sistem modern mampu memetakan ancaman keamanan dalam ruang tiga dimensi. Hal ini memungkinkan operator keamanan melacak anomali di lanskap perkotaan yang kompleks secara mulus, sehingga meningkatkan waktu respons darurat secara signifikan dan berkontribusi terhadap tata kelola perkotaan cerdas yang tangguh.
Peringatan Dini Risiko & Analitik Prediktif: Berpindah dari pemantauan reaktif ke pencegahan proaktif, sistem berbasis kecerdasan buatan ini memanfaatkan algoritma prediktif untuk menganalisis pola historis serta memperkirakan potensi bahaya keselamatan sebelum berkembang menjadi keadaan darurat kritis.
Sorotan utama acara ini adalah formalisasi kerangka kerja kolaboratif jangka panjang. Untuk memastikan inovasi teknologi ini mencapai skala komersial, CSPIA menandatangani perjanjian kerja sama strategis komprehensif dengan beberapa perusahaan industri terkemuka. Berdasarkan perjanjian ini, CSPIA dan mitranya berkomitmen untuk memperdalam dan mempertahankan kolaborasi berkelanjutan di empat bidang kritis berikut:
Penelitian dan pengembangan bersama model besar vertikal yang sangat disesuaikan untuk keamanan;
Penerapan cepat solusi terintegrasi awan-cerdas;
Pembangunan bersama ekosistem industri terbuka dengan protokol komunikasi terpadu;
Pengembangan terstruktur talenta keamanan AI profesional dan lintas-disiplin.
Setelah sesi seminar, para peserta mengunjungi ruang pameran teknologi mutakhir dari perusahaan-perusahaan acuan terpilih. Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta terhadap berbagai skenario penerapan keamanan digital cerdas terkini—mulai dari sistem pertahanan perimeter otomatis berbasis kecerdasan buatan hingga sistem manajemen lalu lintas cerdas. Pengalaman belajar yang mendalam ini secara sempurna mewujudkan tujuan CSPIA dalam memfasilitasi pertukaran pengetahuan yang mendalam dan berbasis pengalaman di antara anggota jaringan B2B-nya, sehingga memperkuat fondasi ekosistem keamanan berbasis AI+ secara lebih luas.
Sekretaris Jenderal Wang Nan menyatakan bahwa acara perdana ini hanyalah awal dari sebuah gerakan nasional jangka panjang. Ke depannya, CSPIA akan terus mengunjungi lebih banyak perusahaan percontohan di bidang kecerdasan buatan (AI) dan kecerdasan digital, dengan fokus pada berbagai arah teknologi serta skenario aplikasi yang spesifik guna menciptakan platform pertukaran yang teratur dan khusus.
Dengan memperluas inisiatif ini, CSPIA bertujuan memungkinkan lebih banyak perusahaan keamanan memperoleh manfaat langsung dari dividen inovasi teknologi, sekaligus meminimalkan kesenjangan digital antara raksasa teknologi kelas satu dan integrator keamanan regional. Pada akhirnya, tur ini akan mendukung seluruh industri dalam mempercepat kemajuan menuju tahap baru pembangunan berkualitas tinggi dan berkelanjutan. Peluncuran sukses seminar Beijing ini telah meletakkan fondasi yang sangat kokoh bagi pembangunan ekosistem keamanan berbasis AI+, serta pasti akan memberikan dorongan yang lebih kuat dan berjangka panjang bagi tata kelola digital perkotaan, perlindungan infrastruktur kritis, dan penjaminan keamanan sosial global. Melalui kepemimpinan industri yang berkelanjutan, CSPIA tetap berkomitmen mendorong generasi berikutnya dari infrastruktur keamanan global.